Tradisi Sambatan

Aug 3, 2021 Desa, Kabar Desa

Hidup di lingkungan pedesaan mengajarkan kita untuk dekat dengan alam dan sesama manusia. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari interaksi sosial sehari-hari di masyarakat.

 

Tradisi “sambatan” salah satunya. Tradisi yang satu ini menunjukkan rasa empati dan kepedulian sosial masyarakat di lingkungan pedesaan masih tinggi. Sambatan adalah istilah yang biasa digunakan masyarakat desa untuk mendirikan atau memperbaiki rumah warga secara gotong-royong.

 

Berasal dari kata dasar dalam bahasa jawa, “sambat” dan akhiran “an”. “Sambat” berarti kalimat penghibaan atau permintaan bantuan,dan “an” merujuk pada aktifitas/tindakan/perbuatannya.

 

Jika salah satu warga ingin mendirikan/memperbaiki rumah, si empunya rumah akan “sambat” meminta bantuan kepada para tetangga sebelum mendirikan rumah. Permintaan bantuan biasanya dilakukan dari rumah ke rumah. Hal itu menunjukkan adab atau sopan santun sekaligus penghormatan kepada tetangga yang dimintai bantuan.

 

Proses pendirian rumah yang dilakukan secara gotong-royong oleh warga menunjukkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, pemandangan yang tidak dapat dijumpai di perkotaan. Pekerjaan berat sekalipun jika dilakukan bersama-sama maka akan terasa ringan.

 

Satu hal yang menjadi ciri khas utama “sambatan” adalah mereka tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan ini. Yang dilakukan warga hanyalah bentuk menjaga kerukunan dan kepedulian sosial yang telah diwariskan turun temurun oleh para pendahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.